Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Pijakan Pertamaku di Tirai Bambu

Sabtu, 13 September 2014 16:30 waktu setempat. Pesawat Garuda Airlines dengan nomor penerbangan GA898 mendarat dengan selamat di Baiyun International Airport, Guangzhou. Ingin hati ini segera memberi kabar kepada keluarga bahwa aku sudah tiba disini. Di negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar di Dunia, di negara dengan jumlah penduduk terbesar di Dunia, negara dengan jumlah barang KW terbesar di Dunia. XD Kiri : Keadaan di dalam pesawat Kanan : Keadaan di luar pesawat Cukup dengan opening yang sok puitis ini ye. Otakku nih nggak kompatibel karo harus mikir yang puitis mulu :D. Oke lanjut. Waktu pertama aku turun dari pesawat, sumpah demi Allah aku nggak tau apa yang harus aku lakukan. Prosedur-prosedurnya kaya gimana aku nggak tau. Aku bilang sama orang yang tadinya duduk disebelahku. "Mas, help me ya. Aku nggak tau urut-urutane harus gimana" "Iya, tenang ae. Udah ngikut aku aja" "Oke sip, makasih mas."

Usaha Keras tak Akan Mengkhianati - Jilid 2

Lanjutan dari Jilid 1 ini agak panjang.  Semoga anda nggak sakit mata. :v Akhirnya si petugasnya ngasih jalan keluar agar dikirim lewat e-mail aja. Tapi harus sudah masuk sebelum jam 12. Aku segera menghubungi Ayahku yang kebetulan ada di Rembang, untuk segera menemui si Notaris agar segera dikirim tuh spesimen. Jam 10, spesimen masih nihil, jam 11 belum datang juga. Jam 11:30 akhirnya aku menghubungi ayahku, katanya lagi ada masalah koneksi. Sabar, aku berusaha sabar. Hmmmm. At least, tuh spesimen masuk e-mailku jam 11:45. Langsung aku print, kemudian berlari ke petugas tadi. Masih sempet vroh. Alhamdulillah.  Asal kalian tau aja ni ya, sebenernya aku tuh udah telat masuk kuliah. Registrasi terakhir tuh 31 Agustus 2014, tapi si Jimson yang baik hati ngasih kesempatan sampai tanggal 15 September. Dan aku nggak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu. Aku harus segera menyelesaikan nih surat sialan. Kalo normal, Surat itu baru bisa jadi 9 hari kerja, Kemenkumham 3 ...

Usaha Keras tak Akan Mengkhianati - Jilid 1

Karena kemenanganku di lomba SNITCO yang lalu, aku mendapatkan beasiswa ke SCUT Guangzhou, Tiongkok. Untuk menindaklanjutinya, maka aku harus segera mengurus persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan mulai dari paspor, visa, foto, medical check up, dll. Yang dll itu aku masih nggak tau, nunggu kabar dari Tiongkok dulu. Jujur aku nggak begitu peduli dengan itu semua, toh kalo udah waktunya bakal jadi tuh syarat-syarat. Pikirku dalam hati. Sampai UN selesai akupun belum mengurus apa-apa kecuali paspor. Rabu, 2 Juli 2014 Aku mencoba membuka e-mailku kali aja ada kabar, dan ternyata iya. Di situ tertulis bahwa karena aku dibawah 18 tahun, ada persyaratan tambahan yakni " Authorization to the Guardian Letter "(Namanya kek lontong, panjang amat). Aku nggak tau suratnya kayak gimana, buatnya dimana, pake bahasa apa. Aku tanya ke pihak SCUT bagaimana wujud surat itu, selang beberapa hari aku mendapat balasan beserta attachment contoh suratnya. Aku buka, "Aah simpel tern...

Perjuangan di Gunung Pancur

Kembali ke masa-masa SMA, masa dimana jati diri seorang remaja ditemukan. Masa paling indah diantara masa-masa yang lain. Dan masa ini adalah pertama kali aku menjelajah hutan. Cerita ini dimulai ketika aku kelas XI. Sekolahku mengadakan Festival Film Smansa. Setelah perundingan yang sengit, akhirnya kelas kami memutuskan untuk mengambil tema horor di hutan. Tepatnya di sebuah gunung di kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang. Cover Film "24 JAM" Aku sebagai salah satu cowok ter-ngeh di kelas (hehe) terpilih sebagai salah satu pemeran utama di film tersebut. Judul filmnya adalah "24 Jam". Entah dapat darimana judul itu aku lupa. Segalanya telah dipersiapkan. Kamera, script, penata rias artis, makanan dan kebutuhan lain. Tinggal berangkat menuju lokasi syuting. Minggu, 14 April 2013 , kami berangkat menuju ke lokasi. Dari Rembang ke Pancur dibutuhkan waktu sekitar 45 Menit. Juru Kamera mulai mengambil scene yang sekiranya dibutuhkan dalam pembuatan film. Sem...